Rabu, 16 November 2011

Bersama Juventus Club Indonesia















Read More...

Kamis, 09 Desember 2010

8 Cara Buka Hati Usai Anda Disakiti

 
KETIKA pasangan menyakiti Anda, mungkin sulit untuk membuka hati dan memercayainya kembali. Anda ingin cinta, tapi Anda juga harus waspada terhadap “jendela hati” sehingga saat dibuka, tak ada angin besar yang masuk dan siap menyakiti lagi.

Bagaimana pria dan wanita terbuka untuk mencintai dan memercayai orang lain lagi sambil tetap merasa aman dan dilindungi dari sakit? Berikut adalah delapan cara untuk melakukannya, seperti dibeberkan Thirdage.

Sadari bahwa setiap orang bisa menyakiti

Tidakkah Anda pernah menyakiti seseorang yang Anda cintai? Apakah Anda menyesal setelah melakukannya? Ketika orang lain menyakiti Anda, sadari bahwa mereka juga bisa seperti Anda. Mereka menyakiti karena faktor ketidaksengajaan, lalu meminta maaf.

Bersiaplah untuk terluka

Jangan menganggap bahwa mengenal seseorang dengan baik atau jatuh cinta padanya akan mencegahnya menyakiti Anda. Bukan jaminan.

Mungkin bukan tentang Anda

Ketika seseorang menyakiti Anda, mungkin bukan secara pribadi ditujukan pada Anda, dan bukan tentang Anda. Cobalah untuk tidak bereaksi berlebihan.

Belajar untuk menetapkan batasan

Untuk mengetahui batasan Anda, tanyakan pada diri sendiri beberapa pertanyaan berikut:
- Apa yang tidak saya inginkan dalam hidup saya, dalam hubungan saya?
- Perilaku apa yang menyakitkan hati saya?
- Bagaimana orang harus berperilaku di sekitar saya untuk bisa mengembangkan kebahagiaan saya?
Ada hal yang bisa Anda tolerir, tapi juga sebaliknya. Biarkan orang lain tahu tentang apa yang Anda sukai, kebutuhan Anda, perasaan Anda, dan batasan diri Anda lainnya.

Kembangkan strategi menangani situasi

Ketika Anda disakiti, belajar untuk segera menangani situasi tersebut. Misalnya, jika kekasih Anda berteriak ketika marah, belajar bagaimana mengatakan, "Aku enggak mau kita membicarakan soal ini kalau kamu masih berteriak seperti itu."

Percaya pada diri

Sadari bahwa sebagian besar rasa aman tumbuh karena rasa percaya pada diri sendiri. Anda tahu orang lain—terutama orang yang dekat dengan Anda—bisa menyakiti Anda. Jadi, bangkitlah dari keterpurukan secepat Anda bisa.

Tambah kemampuan berkomunikasi

Belajarlah untuk berkomunikasi secara efektif dan tegas, tapi lembut; tanpa serangan, tanpa tuduhan, semua yang perlu dikatakan untuk membuat dampak baik bagi hubungan. Jika si dia tidak ingin bicara, itu berarti dia terluka atau terlalu egois untuk menyimpan kekesalannya sendiri. Cari tahu penyebabnya.

Jika ia mendengarkan, bicara menggunakan kata-kata pengantar seperti "Aku rasa…", karena kita semua cenderung untuk mendengar lebih baik jika nada bicara lembut yang digunakan.

Belajar dari rasa sakit

Pelajari kapan waktu yang tepat untuk memaafkan dan mengakhiri hubungan, ketika pilihan ini menjadi yang terbaik. Setiap kekasih Anda nantinya bisa menyakiti dengan cara dan bentuknya masing-masing. Pertanyaannya, seberapa banyak dan seberapa sering.

Rasa sakit atau jengkel sesekali tentu bisa dimaafkan demi kepentingan hubungan. Belajar dari rasa sakit bisa membuat Anda tumbuh dewasa bersama. Read More...

Kamis, 17 Desember 2009

Luna Maya, Dicinta dan Dihina

Jakarta Mengumbar cercaan kepada infotainment, aktris Luna Maya memancing berbagai reaksi publik. Ada yang suka dan membela, ada pula yang turut menghina.

Topik-topik yang mendukung kekasih Ariel tersebut telah menjamur di Twitter. 'leavelunaalone' dan 'supportlunmay' adalah beberapa 
kampanye yang membela perempuan asal Bali itu. Sampai kini jumlah tweet yang membela Luna sudah menembus angka ribuan.

Walau begitu, ada juga yang tak setuju dengan perilaku Luna. Bintang 'Cinta Silver' itu dianggap  terlalu berlebihan mengumbar kemarahannya, bahkan ada yang menganggap Luna terlalu sombong.

"@ilhamaji: Oowww, ternyata luna maya menjelek2an wartawan . . Arogan bgt yah,"demikian tulis seseorang dengan id ilhamhaji di akun Twitternya.

Ada juga yang tak habis pikir dengan perbuatan sumpah serapah Luna di akun Twitternya.

"@reevosaulus Gue aja di Twitter masih mikir2 kalo mo ngeluarin kata2 kebun binatang dan daerah selangkangan, kok Luna .. Ckckck ..," tulis pengguna Twitter yang lain.

Akan reaksi pedas itu, Luna sempat memberikan tanggapan. Ia membalas tweet yang dituliskan oleh id  bambangelf.

"@lunmay: @bambangelf apa urusan lo ama bahasa gw!! Kenal aja gak gw ama lo,knp lo ribet ngurusin gw?," tulis Luna sebelum akhirnya menutup akun Twitternya.

Read More...

Rabu, 16 Desember 2009

Kanker Paru-Paru Lebih Banyak Mengintai Perempuan

Jakarta, Saat ini lebih banyak perempuan yang terdiagnosa kanker paru-paru daripada kanker payudara. Populasi wanita perokok dan kesulitan berhenti merokok yang lebih besar pada wanita ketimbang pria adalah pemicunya.

Pada tahun 2021, peneliti memprediksi kanker paru-paru lebih banyak merenggut nyawa perempuan ketimbang laki-laki.

Laporan terbaru yang dimuat dalam Cancer Institute's Mortality and Incidence Report itu menunjukkan penurunan angka kanker payudara tapi terjadi peningkatan angka kanker paru-paru pada perempuan hingga 22 persen.

Penurunan angka kanker payudara disebabkan karena kesadaran memeriksakan payudara yang cenderung meningkat pada wanita. Namun kesadaran itu ternyata tidak diimbangi dengan penurunan angka kanker paru-paru pada wanita, bahkan kecenderungannya justru meningkat.

Salah satu penyebabnya adalah peningkatan populasi perempuan perokok yang diperparah dengan kesulitan perempuan untuk berhenti merokok yang lebih besar daripada pria.

Kenapa perempuan lebih sulit berhenti merokok ketimbang pria?

Sebuah studi yang diprakarsai peneliti dari Yale University mengungkapkan bahwa wanita lebih sulit berhenti merokok karena menggunakan rokok sebagai pelampiasan emosi, pengatur mood dan pengontrol berat badan. Akibatnya wanita akan lebih ketergantungan merokok daripada pria.

Melihat fakta tersebut, peneliti menduga kematian wanita akibat kanker paru-paru pada beberapa dekade mendatang akan lebih banyak daripada pria.

Berdasarkan data statistik, kanker penyebab kematian terbesar adalah kanker paru-paru (20 persen), usus (13 persen), prostat (7 persen) dan payudara (7 persen).

Penyakit kanker naik seiring dengan kenaikan tingkat obesitas. The World Cancer Research Fund melaporkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa bobot tubuh yang besar dan perut besar berhubungan dengan kanker, seperti kanker pankreas, payudara, usus dan perut.

"Berat tubuh adalah faktor yang berkontribusi terhadap hampir 30 persen kasus kanker," ujar Elizabeth Tracey, seorang epidemiolog dari Cancer Institute NSW seperti dilansir 
Dailytelegraph, Rabu (15/12/2009).

Hingga saat ini kanker paru-paru masih menjadi pembunuh nomor satu diantara semua jenis kanker, dan di masa yang akan datang korbannya diprediksi lebih banyak wanita.

Read More...

Selasa, 15 Desember 2009

_olenisme_


Read More...

Tips - tips..


"Biasakan membuka jendela di rumah agar sirkulasi udara dan pencahayaan menjadi baik. Karena membiarkan cahaya dan udara masuk ke dalam ruangan bisa membuat bakteri-bakteri mati terkena sinar matahari."



"Surfing internet sejam dalam sehari selama 5 hari bisa membuat bagian otak depan jadi lebih aktif, yang berhubungan dengan tingkat kecerdasan (IQ) yang juga bisa ikut meningkat."



  • Menerapkan pola makan yang benar, rajin olahraga seperti jogging, sepeda atau berenang bisa membuat gula darah penderita diabetes terkontrol dengan baik karena diabetes tak bisa disembuhkan."



    "Cukup dengan mengurangi kadar metionin dalam protein dari konsumsi daging, ikan atau kacang-kacangan, seseorang bisa berumur lebih panjang tanpa harus mengurangi kalori mati-matian."



    "Rasa kesepian bisa berdampak buruk pada kesehatan seperti timbulnya stres yang bisa memicu terjadinya penuaan dini, terganggunya kualitas tidur dan tingginya tekanan darah serta jantung yang berdetak lebih cepat."



    "Berbicara di ponsel sambil berjalan akan memuat seseorang memiliki masalah saat menyebrang jalan dan menjadikannya tidak konsentrasi pada keadaan di sekitarnya."



    • "Tidur malam yang kurang akan memberikan dampak serius terhadap kemampuan otot untuk tumbuh, apalagi jika kekurangan waktu tidur itu terjadi hampir setiap hari."



      "Hindari posisi tidur tengkurap atau wajah menghadap bantal jika tidak ingin kulit cepat keriput, karena posisi tersebut bisa menyebabkan kulit kehilangan elastisitasnya."



Read More...

Elegi si Perokok Pasif

Jakarta, Korban perokok pasif kembali berjatuhan. Vincentia Hanni Sulistyaningsih menjadi contoh betapa ganasnya asap rokok meski ia sama sekali tak merokok alias perokok pasif. Paparan asap rokok telah merenggut nyawa perempuan muda itu akibat kanker paru-paru.

Hanya dalam waktu satu tahun sejak dinyatakan terkena kanker paru-paru, perempuan berusia 36 tahun ini menutup mata tak mampu melawan penyakit mematikan tersebut meski sudah melakukan pengobatan secara maksimal.

Sepanjang hampir 10 tahun aktifitas hariannya sebagai jurnalis, dia hampir selalu terpapar asap rokok dari orang-orang di sekitarnya. Asap rokok itulah yang memicu kanker paru-paru yang dilawannya hingga ke negeri China.

Menurut pengakuannya semasa hidup, secara genetika Vin memang punya risiko terkena kanker dari keluarganya. Sadar akan kondisinya, wanita muda yang bekerja di sebuah harian nasional ini selalu mengingatkan teman-temannya agar tidak merokok ketika berada didekatnya. Sering ia mengalah dengan memilih menjauh gara-gara segan minta temannya mematikan rokok.

Sayang sekali usaha kerasnya menghindari asap rokok yang mengandung zat karsinogen itu tidak berhasil. Dia divonis dokter terserang kanker selaput paru-paru yang tidak tanggung-tanggung, langsung stadium 4 yang merupakan tingkatan terparah.

Setelah beberapa waktu menjalani perawatan di sebuah RS di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pihak keluarga menerbangkannya ke China yang dikenal memiliki fasilitas pengobatan lebih lengkap untuk penderita kanker. Perawatan selama kurang lebih satu bulan membawa hasil yang positif, kesehatannya membaik sehingga dia kembali aktif melakukan peliputan.

Kembali melakukan peliputan di lapangan artinya kembali terpapar asap rokok. Akibat menghirup asap rokok, sel kanker yang sudah dibuat non-aktif oleh tim medis China kembali membuat ulah. Organ paru-parunya, lagi-lagi diserang kanker hingga membuatnya kembali dirawat di sebuah RS di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Satu bulan dirawat di sana, kondisinya berangsur stabil meski berdampak pada tubuhnya yang kurus menjadi lebih kurus. Karena kondisinya yang stabil, ia akhirnya diperbolehkan menjalani perawatan di rumah. Dua pekan berada rumah, mendadak dirinya lemah hingga kembali masuk ICU. Berselang sepekan kemudian tepatnya 11 Desember 2009 perempuan enerjik itu benar-benar pergi menuju sang pencipta bersama kanker parunya yang tak tersembuhkan.

"Bagi saya yang belum tentu dalam satu tahun menghisap satu batang rokok, apa yang menimpa Vin bak alarm bahwa saya tetap bisa menjadi korban rokok. Penetapan zona bebas rokok ternyata tidak cukup manjur melindungi non-perokok dari paparan asap rokok karena sedemikian banyak perokok bertebaran di seantero kota," ujar sahabatnya Anto kepada detikHealth, Minggu (13/12/2009).

Dilansir dari 
National Cancer Institute, badan internasional untuk penelitian kanker (IARC) telah mengklasifikasikan asap rokok pada manusia sebagai karsinogen (zat penyebab kanker). Karenanya orang yang tidak merokok tapi sering menghirup asap rokok juga memiliki kemungkinan terkena kanker paru.

Diperkirakan orang yang menjadi perokok pasif berpeluang terkena kanker paru-paru 20 sampai 30 persen. Tapi jika perokok pasif tersebut tinggal bersama dengan seorang perokok aktif maka peluangnya menjadi lebih besar. Karena ada kemungkinan orang tersebut terpapar asap rokok setiap harinya, sehingga akumulasi dari zat-zat kimia tersebut semakin besar.

Paparan dari asap rokok ini bisa mengiritasi saluran udara dan memiliki efek bahaya langsung terhadap jantung dan pembuluh darah. Jika Anda seorang perokok pasif dan tidak ingin terkena kanker paru-paru, sebaiknya hindari tempat-tempat yang memiliki asap rokok serta cobalah untuk tidak terlalu dekat dengan perokok.
Read More...